Jakarta -

Setelah selesai menggunakan toilet, ada kalanya Anda melihat tanda di pintu yang melarang Anda menyiram toilet, bukan? Anda mungkin berpikir bahwa cara tercepat untuk membuang tisu bekas adalah dengan membuangnya ke toilet karena tisu tersebut tipis dan mudah hilang.

Namun tahukah Anda, hal ini bisa memakan biaya yang sangat besar karena tisu dapat menyumbat saluran air.

Dikutip dari Scott English Plumbing pada Selasa (17/10/2023) Meskipun kain pel basah dapat melewati sistem saluran pembuangan tanpa menimbulkan masalah, namun pada akhirnya kotoran yang dihasilkan oleh kain pel basah akan mengganggu filter. Jadi, inilah yang perlu Anda ketahui tentang mengapa Anda tidak boleh membuang tisu ke toilet.

iklan


Gulir untuk melanjutkan konten.

Tidak mudah rusak

Jika Anda mengira tisu yang dibuang ke toilet akan rusak, Anda salah. Masalah ini bukan karena tisu toiletnya jatuh atau tersiram dengan baik tanpa perlu apa-apa, melainkan karena masalah tersebut muncul kemudian. Saat tisu basah dan melewati sistem pembuangan limbah, tisu tersebut tidak langsung hancur dalam waktu 24 jam.

Seperti yang dibuktikan oleh banyak tukang pipa, kain pel basah dapat ditemukan utuh di pipa saluran pembuangan bahkan setelah dicuci selama berbulan-bulan. Karena tidak langsung terurai, lama kelamaan jaringan ini menumpuk dan menyebabkan penyumbatan pada saluran pembuangan. Itu sebabnya tisu tersebut sebaiknya dibuang ke tempat sampah di toilet.

iklan


Efek Fatberg

Fatberg sering terjadi di rumah dan menyebabkan perbaikan pipa rumah. Efek Fatberg adalah suatu kondisi di mana jaringan basah bercampur dengan kotoran seperti lemak dan minyak di dalam saluran sehingga membentuk tumpukan dan endapan seperti es.

Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, bahkan akibatnya bisa mencapai panjang 10 kaki atau berat 100 kilogram.

Usia pipa

Semakin tua usia pipa di rumah Anda, semakin lemah sistemnya. Artinya pipa Anda rusak, maka tak heran saluran pembuangan Anda banyak berlubang-lubang kecil. Banyak sistem drainase lama dibangun dari tanah liat, semen, dan pipa logam.

Bahan ini rentan terhadap pertumbuhan akar yang dapat mulai tumbuh pada sambungan sistem drainase dan membuat jaring di seluruh pipa sehingga memungkinkan bahan yang melewati pipa ini masuk ke akar.

Kerusakan pada sistem drainase

Tisu basah yang sudah dicuci dapat menyebabkan kerusakan pada septic tank rumah tangga dan merusak sistem saluran pembuangan kota jika tidak tersangkut atau tersumbat di dalam pipa dan berakhir di sistem saluran pembuangan. Hasilnya adalah limbah cadangan yang masuk ke rumah Anda melalui bak cuci, saluran air, bak cuci, dan bukaan lain yang dapat dialirkan langsung ke sistem septik rumah.

(DNA)